Bakal Beroperasi 2027, Semenanjung Tanah Melayu Dihubungkan Kereta Listrik Buatan Negara Hal ini
Belum lama berselang, Kereta Kilat Indonesia-China atau KCIC beroperasi dari Stasiun Halim Perdanakusumah Ibukota Indonesia sampai Stasiun Tegalluar Kota Bandung, dengan perhentian dalam Stasiun Padalarang.
Kekinian, hasil dari pertemuan Presiden Tiongkok, Xi Jinping juga Pertama Menteri Anwar Ibrahim direalisasikan di pembangunan infrastruktur kereta api pula.
“Pada Maret tahun ini, Presiden Xi Jinping kemudian Utama Menteri Anwar Ibrahim mencapai kesepahaman bersatu untuk memulai pembangunan komunitas China-Malaysia dengan masa depan bersama. Membuka putaran baru pada hubungan China-Malaysia,” demikian disampaikan Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Dikutip dari kantor berita Antara, Mao Ning menyatakan bahwa 2023 menandai peringatan keras 10 tahun “Belt and Road Initiative” (BRI) sekaligus lalu pembentukan kemitraan strategis komprehensif antara Tiongkok dengan Malaysia.
“Tahun depan kami akan memperingati 50 tahun terjalinnya hubungan bilateral. Kami berharap kedua negara dapat lebih besar mempererat kerja sejenis praktis bilateral di area berbagai bidang lalu menghadirkan lebih besar berbagai khasiat bagi penduduk dari kedua belah pihak,” lanjutnya.
Sejumlah kerja identik bilateral di mekanisme BRI termasuk Kawasan Industri Kuantan Malaysia-Tiongkok lalu Pelabuhan Kuantan, dan juga Port Klang, akan dihubungkan oleh East Coast Rail Link (ECRL). Cakupannya adalah pantai barat lalu timur Semenanjung Malaysia.
ECRL adalah megaproyek jalur kereta di dalam Malaysia, yang baal membantu mengintegrasikan wilayah pesisir barat dengan wilayah pesisir timur yang sedang dibangun oleh China Communications Construction Company (CCCC).
Peluncuran proyek ECRL dijalankan di dalam Kuantan, Tanah Melayu pada 11 Desember 2023. Targetnya, jalur kereta mampu sepenuhnya berfungsi pada Januari 2027.
Kecepatan kereta mencapai maximum speed 160 km per jam sehingga bisa saja memotong waktu tempuh dari Daerah Perkotaan Bharu ke ITT Gombak menjadi empat jam saja.
Setelah proyek ECRL rampung, jalur kereta diharapkan sanggup meningkatkan konektivitas guna menyebabkan perkembangan yang digunakan lebih banyak seimbang untuk Malaysia.
“East Coast Rail Link (ECRL) adalah tonggak sejarah kerja identik Belt and Road antara China dan juga Malaysia. Ini adalah merupakan salah satu proyek infrastruktur transportasi tunggal terbesar yang mana dibangun pada luar negeri oleh perusahaan China,” jelas Mao Ning di tempat Beijing, Ibu Pusat Kota Tiongkok pada Kamis (14/12/2023).
Pelabuhan Klang kemudian melintasi semenanjung ke negara bagian Kelantan di tempat Negara Malaysia timur laut dengan jalur sepanjang 665 kilometer.
“Proyek ini sekarang berjalan lancar, dan juga lebih banyak dari setengahnya telah lama selesai. Ketika selesai sepenuhnya, jalur kereta ini akan menjadi jalur kereta pertama yang mana menghubungkan pantai timur serta barat Semenanjung Malaysia, dan juga meningkatkan konektivitas di dalam sepanjang jalur kereta,” tandas Mao Ning.




