Jakarta – Stonehenge dalam Wiltshire, Inggris, didatangi jutaan turis setiap tahunnya. Monumen batu ini menarik perhatian lantaran keunikannya dan juga masuk daftar situs warisan budaya dunia UNESCO.
Namun, monumen batu dari masa prasejarah ini terancam mengundurkan diri dari dari daftar warisan budaya dari lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa itu jikalau terowongan jalan di dalam dekat proyek yang disebutkan dilanjutkan. Jika itu terjadi, kota yang dimaksud tiada lagi berada pada samping Tembok Besar Tiongkok, Piramida, Taj Mahal, kemudian Acropolis pada daftar.
Para pegiat yang menentang penyelenggaraan terowongan yang disebutkan menyatakan bahwa pemerintah tiada rasional terhadap ancaman UNESCO. Lembaga yang disebutkan menambahkan Stonehenge ke di daftar warisan dunia pada bahaya pada 2021.
Rencana pembangunan terowongan dua mil
Pengacara Save Stonehenge World Heritage Site (SSWHS) mengungkapkan hal ini akan menandai tindakan pemerintah akan berdampak dengan segera pada situs tersebut. SSWHS menantang dukungan Menteri Transportasi Mark Harper terhadap rencana pembangunan. Rencana yang dimaksud mencakup perombakan A303 sepanjang delapan mil untuk mengubah bentangan jalan, yang tersebut belaka memiliki satu jalur dalam kedua arah, yang digunakan terkenal dengan kemacetan lalu lintasnya.
Usulan yang disebutkan termasuk menggali terowongan sepanjang dua mil, yang tersebut akan menghilangkan A303 dari pandangan di dalam sebelah Stonehenge.
Ia juga mengungkapkan bahwa perintah persetujuan pembangunan terowongan jalan yang sebelumnya dikeluarkan untuk proyek Jalan Raya Nasional dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi pada Juli 2021, di dalam sedang perasaan khawatir tentang dampak lingkungan di tempat lokasi tersebut.
Namun Departemen Transportasi (DfT) menyetujui terowongan dari Amesbury ke Berwick Down dalam Wiltshire untuk kedua kalinya pada 14 Juli tahun ini.
Pada sidang di tempat London yang dimulai pada Selasa, pengacara para aktivis memohonkan izin untuk melakukan upaya lain untuk menghentikan rencana tersebut.
Pemerintah berpendapat bahwa skema yang disebutkan dan juga manfaatnya lebih besar besar dibandingkan kerugiannya. Mereka juga menilai kehancuran tidaklah terlalu besar terhadap aset warisan budaya. National Highways mengungkapkan rencana pembuatan terowongan yang disebutkan akan menghilangkan pemandangan serta ucapan lalu lintas yang mana menyeberangi lokasi yang dimaksud serta mempersingkat waktu perjalanan.
Dampak penghapusan Stonehenge oleh UNESCO
David Wolfe KC, dari SSWHS, menyatakan pada argumen tercatat bahwa para pegiat telah terjadi menguraikan dampak dari penghapusan situs yang disebutkan oleh UNESCO, yang mana penting untuk generasi sekarang lalu mendatang.
Dia menyatakan bahwa situs ini penting bukanlah hanya saja untuk perekonomian, tetapi nilai penelitian, kepentingan budaya, nilai simbolik, dan juga reputasi Inggris yang tersebut menunjukkan terhadap dunia bahwa merek peduli terhadap situs warisan dunia kemudian menghormati kewajibannya pada konvensi warisan dunia.
Wolfe menyatakan skema yang mana disetujui akan menghancurkan sekitar tujuh hektare situs warisan dunia. Perubahan yang disebutkan bersifat permanen serta tiada dapat diubah.
James Strachan KC, dari DfT, mengungkapkan di argumen tercatat bahwa situs warisan dunia ini belum dihapus dari daftar. “Juga tidaklah dikatakan bahwa situs yang disebutkan akan dihapus dari daftar jika… skema yang disebutkan dilanjutkan,” katanya.
Situs Stonehenge, bersatu Avebury, dinyatakan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia dengan nilai universal yang luar biasa pada 1986. Tumpukan batuan ini dinilai berdasarkan ukuran megalit, kecanggihan denah konsentrisnya, juga kompleks situs juga monumen zaman neolitik serta perunggu.
Titik kemacetan
Rute A303 merupakan titik rawan kemacetan. Para pengemudi yang tersebut menuju ke kemudian dari barat daya selama periode puncak liburan banyak kali terjebak pada antrean panjang di dalam satu jalur lalu lintas di area dekat bebatuan.
Proyek jalan yang dimaksud diklasifikasikan sebagai proyek jalan raya yang mana penting secara nasional, yang mana berarti diperlukan perintah persetujuan pembangunan agar proyek yang disebutkan dapat berjalan.
Sidang di dalam hadapan Hakim Holgate berakhir pada Kamis, keputusannya yang digunakan akan menentukan nasib Stonehenge diambil setelahnya.
DAILY MAIL | SKY NEWS
Pilihan Editor: Stonehenge Akhirnya Terlihat Lagi Setelah 60 Tahun Terendam




